(13/06), Kepala Desa Metatu bersama bidan desa, dan kader posyandu mengadakan kunjungan sekaligus pendampingan pada balita kategori stunting di wilayah Metatu. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 13 Juni 2023 sekitar pukul 10.00 WIB dengan sasaran balita di wilayah dusun Metatu, Purworejo dan Medangan yang catatan tumbuh kembang dan gizinya kurang ideal.
Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih pendek daripada standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil atau anak pada masa pertumbuhannya.
Berdasarkan data WHO, suatu negara dikatakan mengalami masalah stunting bila jumlah kasusnya berada di atas 20%. Sementara itu, berdasarkan data tahun 2018, jumlah kasus stunting di Indonesia adalah sebanyak 30,8%, atau tiga dari sepuluh anak Indonesia. Oleh karena itu, stunting masih menjadi masalah yang harus segera ditangani.
Penyebab utama stunting adalah mainutrisi dalam jangka panjang (kronis). Kekurangan asupan gizi ini bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan karena ibu tidak mencukupi kebutuhan gizi selama kehamilan.Selain itu, anak yang kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi selama masa tumbuh kembangnya juga bisa mengalami stunting.
Menurut data yang diberikan kader posyandu dan bidan desa, terdapat 4 balita yang masuk kategori stunting dengan penyebab hampir sama yakni tinggi dan berat badannya tidak masuk kategori balita sehat seutuhnya. Mereka bernama Queenbi (Medangan), Yasmin dan Arfa (Purworejo), Mahyra (Metatu). Selain kurang dalam tinggi dan berat badan, faktor genetik menjadi penyebab terkena stunting juga jarak kehamilan ibu dengan sauadar lainnya teralalu dekat sehingga kebutuhan gizinya kurang terpenuhi.
Maka dari itu perlu dilakukan pendampingan dari segi makanan sebagai pemenuhan gizi pokok balita stunting. "Rutin dibawa ke posyandu tiap bulan ya, agar bisa tetap terpantau tumbuh kembang pertumbuhan gizi dan kesehatannya", tandas Bu Lurah pada semua balita dan orangtuanya. Selain itu, bidan desa juga menekankan bahwa agar rutin mengonsumsi vitamin litakur, sayur dan buah-buahan lengkap dengan lauk pauk yang bergizi, terutama telur sebagai sumber protein sangat baik bagi anak terkena stunting supaya gizi seimbangnya terpenuhi dengan baik.